Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar menuding kalangan LSM yang menuntut pemerintah mundur tidak lebih seperti tukang kompor, yang hanya bikin panas keadaan.
“Mereka menjadi tukang kompor kesana kemari. Ujung-ujungnya adalah untuk mencari kesalahan pemerintah,” sebut Patrialis saat membuka Rakernas Ikatan Notaris Indonesia di Hotel Inna Grand Bali Beach, Jalan Hangtuah, Sanur, Denpasar, Jumat (29/1/2009).
Didesak LSM mana yang ditudingnya, Patrialis tidak mau menyebutkan. “Itu yang ditayangkan televisi di mana-mana,” kelit dia.
Patrialis menegaskan, menjatuhkan presiden tidaklah mudah, apalagi sekarang dipilih secara langsung dengan suara mayoritas mutlak. “Jangan presiden, mengganti bupati, walikota bahkan camat sekalipun sekarang susah,” imbuh dia.
“Yang saya sesalkan, ada yang sampai mengeluarkan kata-kata kotor. Apa mereka nggak pakai ini,” tandasnya sambil menunjuk jari tangan ke arah kepala.
Patrialis menambahkan, seharusnya LSM juga memikirkan akibat dari tuntutannya dan tidak asal cuap-cuap. “Bayangkan (kekacauan-red) yang terjadi. Saya yakin 100 persen akan timbul kekacauan,” pungkasnya.(ok)