SELAMAT DATANG ... WELCOME ... HORAS ... MEJUAH-JUAH ... YA'AHOWU .... MEDIA ONLINE SUARA MASYARAKAT SUMUT .... MEDIA - IKLAN & PROMOSI SUMATERA UTARA ....

PTPN III

PTPN III Berangkatkan 26 Karyawan Pelakasana Untuk Umroh


Kegiatan keagamaan sangat diperhatikan di lingkungan PTPN III. Hal ini dapat dibuktikan melalui berbagai kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan setiap waktu. Tidak hanya itu PTPN III juga memberikan perhatian yang serius kepada para karyawan yang dianggap lulus asesmen untuk dapat diberangkatkan haji atau umroh.

Untuk karyawan yang lulus seleksi umroh tahun 2009, pada hari Senin, 5 Juli 2010 diadakan doa selamat dan pelepasan umroh kepada 32 orang yang terdiri dari 26 karyawan dari kebun/unit terutama bagi guru-guru ibtidaiyah dan tsanawiyah dan kantor direksi serta enam orang lainnya merupakan pimpinan dan direksi beserta keluarganya yang menggunakan dana pribadi.

Amri Siregar dalam sambutannya mengharapkan kepada seluruh karyawan yang mendapat kesempatan untutk melaksanakan ibadah umroh agar benar-benar memanfaatkan kesempatan itu dengan beribadah sebanyak mungkin. ”Saya menghimbau agar saudara-saudara dapat beribadah dengan iklas dan memohonkan doa untuk keberhasilan PTPN III” katanya.

Ramidi, karyawan yang mewakili peserta Umroh tahun 2009 mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada direksi yang begitu memperhatikan seluruh karyawan terutama untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. ”Kami mengharapkan doa selamat agar sampai di tempat tujuan dan kembali dengan selamat,” katanya.

Pemberangkatan umroh kali ini dimaksudkan sebagai ganti untuk pemberangkatan haji yang untuk tahun 2010 ini tidak mungkin dilakukan mengingat kuotanya yang terbatas. Namun diharapkan untuk tahun-tahun mendatang kesempatan itu akan segera datang.

Masing-masing kepada peserta ibdah umroh yang akan berangkat pada tanggal 6 Juli 2010 diberikan uang saku sebesar 500 riyal. Beberapa waktu sebelumnya PTPN III juga telah memberangkatkan lima orang karyawan yang beragama Kristiani melalui wisata rohani ke Mesir dan Jerussalem. (*)



DENGAN MENTAULADANI PERILAKU NABI MUHAMAD SAW, KITA TINGKATKAN KINERJA KOMPETENSI SDM KARYAWAN PTPN III


Dihalaman masjid Nurul Hikmahkantor Direkasi PT.Perkebunan Nusantara III jalan Sei Batanghari Medan telah dilaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kita tingkatkan ahlakul kerumah menuju insanul kamil agar mampu menghasilkan optimal bagi perusahaan.

Hadir seluruh karyawan,pimpinan dan keluarga serta para direksi bersama ibu diantaranya Ir.Amal Bakti Pulungan, Direktur Produksi dan Ibu Evi, Rachmat Prawira Kesumah ,SE,MM, Direktur SDM gan Ibu Itaf serta DR. Ir.Chairul Muluk, Direktur Perencanaan dan Pengembangan beserta Ibu. Sedangkan penceramah siraman rohani adalah Drs. AminarNasuion ,MA, pembaca ayat suci alqur'an Drs. Syamsuddin Ali Jaya dan Saritilawah, Maria Ulfa,SE.

Dalam sambutannnya Rachmat PK mengatakan peringatan acara acara keagamaan dilingkungan PT.Perkebunan Husantara III merupakan program perusahaan. Peringatan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir bagi umat islam merupakan salah satu upaya meningkatkan gairah keagamaan dan mendorong seluruh karyawan dan pimpinan untuk meningkatkan ketakwaankepada Allah SWT

"Diharapkan ahlak yang dicontohkan nabi menjadi tauladan bagi kit semua baik secara mental maupun moral dan tentu saja mendorong peningkatan competency based human resources management (CBHRM)bagi perusahaan",kata Rachmat.

Drs Amhar Nasution mencoba mengingatkan seluruh hadirin tentang sejarah kelahiran dan tujuan nabi Muhammad bagi kemuliaan umat islam di seluruh dunia. "Kita harus bersyukur dan memanfaatkan semua fasilitas serta potensi yang ada pada diri kita seperti umur,kesehatan ,harta dan kedudukan untuk ketakwaan kita pada Allah SWT dengan mengingat dan mencontoh perilaku nabi, katanya dengan semangaat.(r)


DIREKTUR SDM PTPN III SERAHKAN TALI ASIH KEPADA KELOMPOK TANI SUKA DAMAI

Medan - Di tengah-tengah areal kebun karet telah dilaksanakan penandatanganan kesepakatan penyelesaian masalah tanah garapan seluas 99,88 ha antara PT Perkebunan Nusantara III dan kelompok tani Suka Damai yang disaksikan oleh Kejatisu, Kapolres Labuhan Batu dari Bina Mitra, Ketua DPRD Kabupaten Labuhan Batu Utara, Bupati Labuhan Batu Utara, unsur Muspika, Distrik Manajer DLAB II, Kejari Rantau Parapat, tokoh agama dan masyarakat serta anggota kelompok tani Suka Damai penerima sugu hati (tali asih) dari PTPN III.

Berdasarkan penjelasan Kejaksaan Tinggi Sumut bahwa instansi mereka menerima kuasa mewakili PTPN III untuk menyelesaikan sengketa lahan garapan dengan kelompok tani Suka damai. Ia mengatakan jalur penyelesaian bidang perkara ada dua instrumen yaitu melalui jalur pengadilan dan instrumen di luar jalur pengadilan. Dalam hal ini kami menyelesaikannya melalui jalur di luar pengadilan yang memakan waktu 8 bulan dengan melakukan beberapa kali pertemuan agar masalah ini bisa terselesaikan.

Rachmat PK, Direktur SDM PTPN III mengatakan kalau PTPN III dalam hal menyelesaikan kasus terkait lahan sengketa antara perusahaan dan masyarakat atau kelompok tani penggarap senantiasa mengedepankan pendekatan persuasif dan melalui jalur hukum. Kali ini kita lakukan dengan pendekatan persuasif melalui sugu hati dan membuka kesempatan tenaga kerja sesuai dengan formasi yang dibutuhkan.

Dalam kesempatan itu juga Distrik Manajer Labuhan Batu III, Ir. Irsyam, MM mengatakan bahwa permasalahan areal garapan seluas 99,88 ha antara PTPN III kebun Merbau Selatan dengan kelompok tani Suka Damai telah selesai. Demikian pula kata Ketua Kelompok Tani Suka Damai, Sadi, Tanah yang kami duduki sampai pada saat ini berawal dari tanggal 4 Juli 2001 - hari ini 2010 kami tidak pernah melakukan tindakan anarkis kepada PTPN III maupun pihak luar dan kami tetap mematuhi hukum yang berlaku dan kami tidak pernah menjarah harta PTPN III, kata Sadi.

Bupati Labuhan Batu Utara yang diwakili Asisten II mengungkapkan rasa syukur atas terselesaikannya kasus sengketa lahan antara kelompok tani Suka Damai dengan PTPN III kebun Merbau Selatan sejak tahun 2001 yang lalu. Kami berharap kepada para bapak-bapak kelompok tani agar memanfaatkan biaya sugu hati tersebut dengan sebaik-baiknya untuk menunjang taraf hidup lebih baik.(*r)

DIRUT PTPN III SERAHKAN BANTUAN BANJIR BANDANG DI TAPSEL

Medan - Direktur Utama PTPN III Ir. Amri Siregar didampingi oleh Drs. Mailanta Bangun, Kepala Bagian Kemitraan dan Bina Lingkungan dan disaksikan oleh Distrik Tapanuli Selatan dan manajer Kebun Batang Toru, camat setempat serta masyarakat dan undangan lainnya, menyerahkan bantuan untuk korban banjir bandang dan bantuan program bina lingkungan di aula kantor Camat Muara Batang Toru, Tapanuli Selatan.

Bantuan yang diberikan kepada korban banjir bandang kepada 150 KK di 3 desa di Kecamatan Padang Sidempuan Tenggara berupa perlengkapan rumah tangga, sedangkan untuk Kecamatan Batang Toru diserahkan kepada 21 KK di 1 desa.

Adapun jenis bantuan yang diberikan untuk kebutuhan perlengkapan rumah tangga seperti tilam/kasur tiga kaki, kompor, kuali, periuk, gelas, piring, sapu lidi, gayung, ember, sapu ijuk, cangkul, sendok nasi, panci dan arit. Total dana yang diserahkan yaitu Rp 219.222.000,-.

Sementara bantuan untuk program bina lingkungan diserahkan untuk Kecamatan Muara Batang Toru yang terdiri dari bantuan sarana fisik yang berupa 1 musholla, 2 masjid dan 2 gereja.

Dalam kesempatan itu Amri Siregar mengungkapkan keprihatinannya atas bencana yang menimpa daerah Muara Batang Toru. Kami atas nama Direksi PTPN III merasa simpati dan memberikan bantuan kepada para korban sebagai bentuk kepedulian kami, katanya.

Ia mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat untuk mensukseskan program PTPN III untuk membuka lapangan kerja, menciptakan daerah ekonomi yang akan segera direalisasikan tidak lama lagi. Kata Amri usai menandatangani akta Pelepasan Hak Ganti Rugi dengan Ali Hasan Arifin dan Sarifuddin Nasution selaku perwakilan pemilik lahan dari Desa Ampulu dan Muara Upu serta Drs. Gusakhdin, Camat Muara Batang Toru yang akan dijadikan areal pengembangan PTPN III di Tapanuli Selatan.

Camat Muara Batang Toru pada saat yang sama mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan PTPN III sebagai BUMN perkebunan untuk kecamatannya. Sementara sambutan dari Bupati Tapanuli Selatan yang dibacakan oleh Sekda Tapanuli Selatan mengungkapkan hal yang sama, Kami berterima kasih sekali atas perhatian PTPN III dan berharap dengan bantuan dan terbukanya lapangan kerja yang baru nanti akan menciptakan kesejahteraan kepada masyarakat sekelilingnya, katanya dengan penuh harapan.(*r)


TANGANI LAHAN BERSENGKETA,
PTPN III JUNJUNG TINGGI SUPREMASI HUKUM

PTPN III dengan tegas menyatakan bahwa lahan yang diklaim masyarakat penggarap seluas 82 ha di Paya Bagas Kebun Rambutan adalah tidak sesuai dengan ketetapan Pengadilan Negeri Tebing Tinggi Deli (PN-TTD) No:26/Pdt.G/PN-TTD tanggal 30 Juni 2008 mengenai tergugat agar meninggalkan dan mengosongkan areal perkebunan yang mereka garap/kuasai baik dari segala tanaman dan bangunan yang ada di atasnya dan menyatakan Sita Jaminan yang telah dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2008.

Hal ini kemudian diperjelas lagi melalui Surat Penetapan Penolakan Banding Prodeo sesuai penetapan Pengadilan Tinggi Medan tanggal 14 Juli 2008 nomor: 1/Pen-Pdt/Prodeo/2009/PT MDN dengan amar putusan bahwa permohonan izin bagi para tergugat, untuk perkara dalam tingkat banding cuma-cuma (prodeo) tidak dapat diterima. Hal ini dikeluarkan PN Medan ketika pihak tergugat (para penggarap) mengajukan banding prodeo (banding dengan biaya negara) ke Pengadilan Tinggi Medan, pada tanggal 21 Juli 2008.

Sikap tegas pihak manajemen PTPN III ini dipicu oleh adanya upaya penolakan rencana eksekusi lahan oleh para penggarap seluas 82 ha di Desa Paya Bagas, Kebun Rambutan yang diusahai PTPN III dengan sertifikat HGU No. 1 tanggal 14 Mei 1996 seluas 4.373,78 ha yang akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, dimana luas lahan yang termaktub dalam sertifikat HGU tersebut termasuk lahan seluas 82 ha yang diklaim para penggarap.

Di sisi lain, ketika perlawanan atas peletakan sita jaminan yang dilakukan oleh para penggarap (diketuai Saudara Suwarno) ke PN-TTD tanggal 6 Agustus 2008 juga telah ditolak pihak pengadilan dengan putusan No: 23/Pdt/PLW/2008/PN-TTD tanggal 16 Juli 2009. Penetapan penolakan banding prodeo dan penolakan gugatan perlawanan telah diberitahukan kepada para pihak dan tanpa adanya upaya hukum selanjutnya dari permohonan banding prodeo maupun penggugat perlawanan, dengan demikian putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde).

Berangkat dari ketetapan tersebut, pihak manajemen PTPN III, dalam hal ini Direktur Utama PTPN III memberikan kuasa kepada Kajatisu pada tanggal 30 Juni 2009 yang lalu untuk mengajukan permohonan eksekusi ke PN-TTD (Pengadilan Negeri Tebing Tinggi Deli) . Sebelum eksekusi lahan dilakukan pihak PN-TTD melayangkan surat pemanggilan kepada penggarap agar melaksanakan putusan PN-TTD secara sukarela.

Di samping jalur hukum, PTPN III sebagai BUMN Perkebunan yang terkemuka di tanah air dan bertekad menjadi perusahaan kelas dunia dengan mengedepankan supremasi hukum dalam menjalankan aktivitas bisnisnya melakukan berbagai pendekatan kepada masyarakat terutama kepada para pihak penggarap agar bersedia dengan sukarela meninggalkan lahan tersebut agar bisa ditanami. Tentu saja, pendekatan yang telah dilakukan diantaranya mensosialisasikan putusan hukum pengadilan atas areal garapan kampung panguripan kepada para penggarap dan masyarakat sekitar serta tali asih (biaya bongkar rumah dan biaya pindah rumah).

Di antara upaya persuasif tersebut, 19 orang pengusaha batu bata telah sepakat mengosongkan sendiri areal yang mereka garap, 6 orang pemilik rumah permanen dan 17 orang pemiliki rumah semi permanan bersedia membongkar rumahnya dan telah menerima panjar biaya tali asih. Sedangkan KUA yang berdiri di atas lahan tersebut akan segera dikosongkan dan dibongkar atas kesepakatan pihak-pihak terkait.

Diharapkan kepada para penggarap yang tersisa agar bersedia membuka hati dan bekerjasama dengan PTPN III, karena bagaimanapun juga lahan tersebut adalah milik negara. PTPN III sebagai BUMN perkebunan yang komit pada bisnis perkebunan akan senantiasa patuh pada peraturan yang ditetapkan pemerintah. Diharapkan demikianlah halnya kepada setiap warga negara Indonesia yang baik agar tunduk dan patuh pada supremasi hukum yang berlaku.

”Mari sama-sama kita tegakkan supremasi hukum dan mendukung terciptanya iklim bisnis yang baik dan kondusif di Sumatera Utara.” Demikian ditegaskan manajemen PTPN III melalui Kaur. Humas PTPN III, Irwadi Lubis, SH.(r)

PTPN III Bantu Korban Banjir Sidempuan

Direksi PTP Nusantara III (Persero), melalui Distrik Manager Tapanuli Selatan (Tapsel) Rafel Bagariang, menyerahkan bantuan kepada para korban banjir bandang di Desa Perkebunan Pijor Koling, Desa Labuhan Rasoki dan Desa Manunggang Jae, Padang Sidempuan Tenggara.

Bantuan diberikan kepada 150 kepala keluarga (KK) masyarakat di tiga desa berupa makanan, selimut, kain sarung, pembalut wanita dan jerigen air bersih. Juga bantuan pemakaian alat berat dan BBM jenis solar sebanyak 1.500 liter guna menormalisasi kondisi lingkungan.

“Banjir bandang 3 Februari lalu, mengakibatkan kerugian besar, bukan saja bagi masyarakat Desa Perkebunan Pijor koling, Desa Labuhan Rasoki dan Desa Manunggang Jae. Tapi juga PTP III mengalaini kerugian seperti rusaknya enam pintu rumah karyawan dan kerusakan tanaman perkebunan,” kata Rafel Bagariang di Medan, Senin (1512).

Menurut dia, masyarakat korban banjir bandang di tiga desa tersebut merupakan tetangga langsung Perkebunan PTPN III di Pijor Koling yang telah hidup berdampingan dalam kurun waktu puluhan tahun.

Karena itu, penyerahan bantuan dari Direksi PTPN III merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial PTPN III terhadap masyarakat sekitar unit usahanya, serta bentuk tali asih dalam suatu komunitas kehidupan bertetangga.

Sementara itu, Wakil Walikota Padang Sidempuan H Maragunung Harahap, SE, MM, menyampaikan terima kasih kepada Direksi PTPN III yang cepat dan tanggap merasakan penderitaan masyarakat korban banjir bandang di sekitar perkebunan PTPN di Pijor Koling.

“Marilah kita doakan PTPN III semakin maju sehingga memberi manfaat lebih besar bagi negara, masyarakat dan lingkungan,” katanya.

Rafel Bagariang menyerahkan langsung bantuan, diterima masyarakat korban banjir bandang, disaksikan Wakil Walikota Padang Sidimpuan H Maragunung Harahap, Kadis Sosial Pemko Padang Sidempuan Drs Jul Peddi Simamora, Kakan Kesbang Linmas, serta beberapa unsur terkait lainnya.(*)


SAMBUT TAHUN BARU 2010 PTPN 3 BERI PENGHARGAAN PADA KARYAWAN

Tercatat PT Perkebunan Nusantara 3 telah menyerahkan berbagai Penghargaan kepada karyawan yang berprestasi,seperti penghargaan SPBUN kebun/unit terbaik 2009 diGedung Pamitran,P2WAS (Pusat Pendidikan dan Pelatihan )Sei Karang Galang Deli Serdang pada 23 Januari 2009,untk penyerahan peghargaan kebun terbaik diraih oleh kebun Aek Torop ,PKS terbaik diraih oleh Pabrik Rambutan ,PPK terbaik diraih oleh kebun Membang Muda.

Kemudian penghargaan Karet Nusantara Award dari Kementrian BUMN diserahkan kepada 11kebun/unit penerima penghargaan,demikian pula Sawit Nusantara Awar untuk empat kategori,yamg mana untuk Kebun Sei Daun diserahkan penghargaan perkebunan peduli lingkungan.Untuk kategori inovasi terdiri dari tiga kategori yakni bidang lingkungan ,tehnik/tehnologi dan creativities yang diperoleh 11pabrik/kebun/unit.

SPBU terbaik diserahkan kepada 2 kebun dan untuk kepada pekerja penderes dan pemanen terbaik diraih leh 18 orang .Dikesempatan yang sama 60 orang karyawan teriri dari kepala bidang dan staf keuangan di Kadir dan Distrk,Asisten dan staf pengawasan diwisuda dari Lembaga Qualified International Auditor (QIA) dari Jakarta.

Rahmad Prawir Kesum,SE.MM selaku Direktur SDM mengungkapkan kegembiraan atas prestasi yang diraih segenap karyawan dan Perusahaan yang mampu mencatat prestasi khusus tahun 2009,yang diungkapkannya dihadapan seluruh karyawan dalam kata sambutan yang di sambut dengan tepuk riuh kurang labih 1700 karyawan PTPN 3 yang hadir.

Drs.Mailanta Bangun selaku Ketua Umum SPBUN Tingkat Perusahaan mengungkapkan rasa apreainya yang mendalam kepada Perusahaan atas penghargaan penghargaan untuk para Karyawan,Ia juga menyadari bahwa kondisi keuangan Perusahaan tidak kondusif dan fluktuatifnya harga commodity utama dipasar Internasional yang berimbas pada pendapatan perusahaan,namun SPBUN tetap semangat dan berterimakasih karena perusahaan tetap memberikan yang terbaik buat karyawan ,dan harap tetap bekerja sama dengan seluruh SPBUN antar perusahaan guna meningkatkan produktifitas ,selalu bekerja keras dan serius menjaga asset perusahaan serta menciptkan suasana yang kondusif.

Dalam kesempatan yang sama Ir.Amri Siregar selaku Direktur Utama mengucapkan selamat tahun baru dan berharap kepada seluruh stakeholders PTPN3 agar semakin meningkatkan profesionalisme bekerja dan memanfaatkan peluang peluang yang ada .Amri menegaskan bahwa perkebunan berbasis industri khususnya untuk rancangan KLUSTER INDUSTRI Sei Mangkei akin segera dicanangkan dalam waktu dekat ini,demikian dengan IPO akin dilaksanakan pada semester tahun 2010.

Ir.Achmad Manggabarani selaku komisaris Utama mengabarkan akin tren bisni karet dan CPO membaik diawal tahun 2010,bila perolehan laba pada tahu 2009 menurun disebabkan dinamika harga community Internasional kurang menguntungkan.

Namun Ia menunjukkan rasa gembira dalam perayaan tahun baru dan penghargaan dari P2WAS dimana sarana hiburan,olah raga dan outbond sebagai sarana pendukung.

”Perayaan di Sei Karang ini lebih menunjukkan siapa kita sebagai orang perkebunan” ujarnya seraya memuji kerja sama yang harmonis antara SPBUN dan perusahaan menjadi mitra bisnis yang baik.

PTPN3 akan leading menjadi perusahaan perkebunan berbasis industri high Technology, sebagai target kerja 2010 dalam Pancanangan Sei Mangkel menjadi kluster industri.(***)



DIRUT PTPN III, AMRI SIREGAR
TERIMA PENGHARGAAN DAN PLAKAT PERKEBUNAN PEDULI LINGKUNGAN


Pada tanggal 10 Desember 2009 yang lalu bangsa Indonesia khususnya bagi masyarakat perkebunan memperingati Hari Perkebunan ke-52. Mengapa tanggal 10 menjadi hari perkebunan? Setidaknya ada dua alasan utama. Pertama sebagai konsekuensi dari kemenangan Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) pada tahun 1949 dan kedua sebagai perwujudan dari deklarasi ekonomi untuk kemandirian bangsa pada tanggal 10 Desember 1957.

Sampai akhir tahun 2008 pembangunan perkebunan telah mampu memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi keberlanjutan bangsa dan negara Indonesia. Khususnya untuk kelapa sawit, Indonesia telah menjadi negara produsen nomor satu di dunia sejak tahun 2006. namun tampaknya pembangunan perkebunan sawit banyak mendapat sorotan sebagai penyebab kerusakan lingkungan terutama rusaknya kawasan hutan, punahnya satwa langk, terpinggirkannya masyarakat lokal dan sebagainya.

Tetapi stigma negatif itu tidaklah benar. Pemerintah Indonesia telah mempunyai komitmen yang kuat dalam membangun perkebunan yang berkelanjutan (sustainable). UU No. 12 Tahun 1992 tentang Sistem Bididaya Tabaman dan UU No. 18 Tahun 2004 tentang perkebunan telah mengatur bagaimana pengembangan perkebunan sesuai dengan prinsip Good Agricultural Practices (GAP).


Komitmen pemerintah tersebut dinyatakan dipertegas dalam berbagai even yang salah satu diantaranya diwujudkan dalam bentuk penghargaan kepada BUMN dan perkebunan masyarakat tertentu yang telah memiliki dan mengelola perkebunan berdasarkan prinsip-prinsip keberlanjutan perkebunan khususnya perkebunan sawit.

Pada peringatan Hari Perkebunan ke-52, PTPN III memperoleh piagam penghargaan dan plakat sebagai perkebunan peduli lingkungan khususnya untuk kebun Sei Daun. Kebun Sei Daun berhasil memanfaatkan sisa olahan minyak sawit tandan kosong menjadi pupuk kompos dan membuat program CDM (Clean Development Mechanism) bersertifikat ISO 14000. Disamping itu PTPN III juga dinilai telah berhasil memanfaatkan kayu karet menjadi kayu furniture di kebun Gunung Para.

Piagam dan plakat diberikan langsung oleh Dirjen Perkebunan kepada Direktur Utama, Ir. Amri Siregar di Jogjakarta, pada tanggal 10 Desember 2009 lalu. Acara dihadiri oleh seluruh jajaran pejabat perkebunan di Indonesia, Dinas Perkebunan, perusahaan perkebunan swasta, GAPKI, GPPI, LPP, seluruh PTPN, dinas pendidikan dan undangan lainnya. (***)

TANGKAP DAN PENJARAKAN BUPATI TOBA SAMOSIR

KETUA KOMISI C DPRDSU, MARKUS PDAM TIRTANADI

AROGANSI BALON WAKIL BUPATI TOBASA

MEDAN - PEKANBARU - PERAWANG - BANGKINANG - KERINCI - JAMBI - DUMAI - SIBOLGA

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP