Gubernur Sumatera Utara H Syamsul Arifin SE mengatakan, pihaknya tidak akan merasa bangga dengan banyaknya investor asing yang menanamkan modalnya di daerah itu.
Usai penandatangan prasasti pembangunan klaster industri berbasis pertanian dan olechemical oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat di kantor Gubernur Sumut di Medan, Rabu (27/1) . Gubsu mengatakan, banyaknya investor asing kurang memberikan manfaat bagi Indonesia.
Hal itu disebabkan keberadaan investor asing tersebut di Indonesia bertujuan untuk mencari keuntungan dari sumber daya alam yang ada.
Dengan banyaknya investor asing kata Gubsu, berarti bangsa Indonesia tanpa sadar telah menyerahkan sebagian besar kekayaan kepada orang lain. “Begitu dia (investor aing) tanam investasi, 60 persen kekayaan kita dibawa pulang, “ ujar Gubsu .
Meski demikian, Gubsu menyatakan Pemprovsu akan selalu meberikan jaminan keamanan terhadap investasi yang masuk ke daerah itu. “Siapapun yang menjadi investor (pasti) aman, “ujar Gubsu.
Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, pemerintah akan mengundang investor nasional dan internasional untuk menanamkan investasinya dalam klaster industri berbasis pertanian dan oleochemical itu.
Pihaknya yakin investor itu akan banyak datang karena pasar internasional mengetahui bahwa Sumut merupakan salah satu daerah yang menjadi produsen sawit terbesar di Indonesia.
Namun Menteri Peindustrian MS Hidayat menyatakan bahwa investor nasional memiliki prioritas dalam menanamkan investasinya dalam menanamkan investasinya dalam program klaster industri berbasis pertanian dan oleochemical di Sumut itu. Pasti investor nasional diprioritaskan, “kata Menteri Perindustrian MS Hidayat.(binkom)