Pesta Jubileum 150 tahun Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) untuk Wilayah II Medan dan Sekitarnya semakin mengerucut. Panitia yang dipimpin oleh DR RE Nainggolan MM itu telah beberapa kali mengadakan rapat kerja, dan berhasil menyepakati beberapa poin yang akan dikerjakan dengan segera.
Pada rapat kerja itu, di Nine Lounge Hotel Danau Toba Indonesia (HDTI), (21/5), disepakati kalau sejumlah anggota panitia diminta untuk mempersiapkan konsep napak tilas sejarah awal penyebaran iman Kristen di Tanah Batak.
Sebagai informasi, rapat kerja itu dipimpin oleh RE Nainggolan selaku Ketua Panitia, Wakil Ketua Rapotan Tambunan, Sekretaris Umum Jadi Pane SPd, Bendahara Umum Ir Basta Siahaan, Ketua III DR Jongkers Tampubolon, Pdt E Bancin STh, Pdt Sondang Hutahaean STh, Pdt JG Silaban STh, Pdt Arifin Barimbing STh, Ir Lauren Gultom, Ir Alex Siahaan, Drs Chandra Silalahi, Ir Bintatar Hutabarat, Ir Rouly Tambunan, Ir Ratna Gultom, dr Bettin Marpaung SPDG, dr Pangihutan Simatupang, Ir Jhonner Hutagaol, Ir Eric Aruan, Nelson Batubara, Hasiholan Silaen, Siska Munthe, AKP Elman Tambunan, Horas Pasaribu dan Hendrik Hutabarat selaku Humas dan Dokumentasi dll.
Menurut RE Nainggolan, salah satu upaya napak tilas sejarah awal Kekristenan di Tapanuli adalah dengan menggali bahan-bahan sejarah yang ada, menggelar seminar dan studi kritis mengenai hal itu.
Napak tilas juga tidak menutup kemungkinan dilakukan dalam bentuk kunjungan atau perjalanan fisik jemaat ke wilayah-wilayah awal penyebaran Kekristenan di Tanah Batak. Kemudian sejarah bagaimana HKBP “pajaehon” (melepas untuk mandiri) beberapa Gereja seperti Huria Kristen Indonesia (HKI), Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS), Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA) dan Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD).(s)