Sebanyak lima sampai delapan persen dari 420 jumlah penghuni Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dihuni oleh usia pelajar. Penyebab dari masuknya usia pelajar ini dikarenakan, beberapa hal yakni putus sekolah, belajar yang terlalu keras dan tingginya harapan orang tua.
Dari 420 pasien itu, pasien paling banyak berasal dari Medan, yakni 60 persen. Selebihnya, dari Sergai, Deliserdang, Binjai dan lainnya. Hal ini diungkapkan direktur RSJ Pemprovsu, Dapot P. Gultom, (28/4).
Dijelaskannya, tingginya harapan atau paksaan orang tua agar anaknya bisa lulus Ujian Nasional (UN) 2010 ini merupakan salah satu pemicu anak stres. Seharusnya, orang tua tidak usah terlalu memaksaan kehendaknya sehingga membuat anak stres.
Dia mengatakan, ciri-ciri stres yang dihadapi para pelajar saat tahu dirinya tidak lulus atau yang masih mau menunggu hasil kelulusan antara lain, nafsu makan berkurang dan susah tidur.
“Mereka yang stres itu tergantung penilaiannya terhadap apa yang dihadapinya. Jika seseorang siswa menganggap UN itu suatu ancaman karena kalau tidak lulus timbul rasa malu atau sebagainya, itu yang membuat gampang stres dan mengganggu kejiwaannya.”
Menurut Dapot, reaksi stres terhadap diri seseorang tergantung pertahanan diri dan kepribadian dirinya. “Jadi persepsinya terhadap stres tergantung pola pikir atau apa yang ada dalam dirinya. Jika dia mempersepsikan kalau dirinya tidak lulus UN maka akan kehilangan masa depan atau sebagainya, ini pasti stres jika tidak lulus. Kekuatan fisik dan keimanan seseorang menjadi modal agar dirinya tidak stres, kalau imannya kuat, dia akan sabar menghadapinya.”
Dia menyarankan, saat anak hendak mau melihat hasil kelulusannya, seharusnya orang tua merangkul si anak dengan memberikan pesan terhadap anak untuk tetap tenang, berdoa. Sebab, kegagalan merupakan keberhasilan yang tertunda.
“Orang tua sebaiknya mengatakan seperti ini, jika tidak lulus tidak usah takut, ada ujian ulangan, ujian bukan segala-galanya. Jangan malah seperti ini, kalau tidak lulus awas kau ya,” terangnya.
Mengenai metode pengobatan yang dilakukan RSJ Daerah yakni, awalnya pasien diobservasi, dilanjutkan pemberian obat dan kemudian diberikan beberapa terapi, seperti terapi kerja, gerak dan nyanyi.
“Sekitar25 persen pasien bisa tenang. Dalam kedokteran, namanya bukan sembuh, tapi tenang. Mereka yang sudah tenang, bisa kambuh kembali. Untuk itu, harus minum obat seumur hidup.”(*)