Kodam I/BB tetap melakukan monitoring terkait hilangnya remaja putri yang diduga terlibat kelompok aliran sesat ataupun teroris. Bahkan sejauh ini pihak Intelijen Kodam I/BB belum menemukan kelompok islam garis keras yang dikatakan bercita-cita membentuk negara islam di Indonesia.
“Meskipun domiennya kepolisian dan kejaksaan, Intelijen kita tetap melakukan pemantauan dari tingkat Kodam hingga Koramil untuk selanjutnya berkoordinasi dengan pihak terkait. Kita harapkan lintas sektoral, lintas agama dapat difungsikan dengan baik seperti halnya Depag dan MUI untuk mem – back up hal-hal tersebut,” ujar Pangdam I/BB, Mayjen M Noer Muis melalui Kapendam Letkol CAJ Asren Nasution (9/4).
Menurutnya berdasarkan sejumlah data dan temuan yang dimiliki orang tua korban yang dilaporkan ke Poldasu dan Polda NAD adalah terkait ajaran sesat yang disebut-sebut bernama Al-Haq cukup terorganisir.
Bahkan para pengikut ajaran tersebut memiliki aturan yang ketat yang diberikan dalam bentuk doktrin berupa tulisan berupa sandi. Selain memiliki Pedoman Pola Pikir KS ajaran sandi tersebut bertuliskan sikap militanisme dan aturan-aturan lain pengikutnya.
Adapun sikap militanisme tersebut adalah berani mati dalam membela agama Allah (membela atasan, pimpinan dari ancaman apapun), lebih mengutamakan tugas Allah, Rasul, dan Jihad, serta berani menerima sangsi atau hukuman apabila bersalah (jujur kepada atasan).
Khusus poin sikap terhadap atasan pengikut memiliki sikap berserah diri diantaranya, dengar dan taat kepada atasan, setia kepada atasan, ikhlas kepada atasan, takut kepada atasan, jujur kepada atasan, menyenangkan atasan, mengharap ridho atasan dan tidak menyakiti hati atasan.
Sedangkan dalam pergerakannya kelompok ini berupaya sekuat mungkin tidak diketahui oleh pihak lain yang bukan bagian dari anggota mereka. Tanpa kecuali anggota keluarga mereka sendiri.
Berdasarkan penggerebekan di Langsa dan Lhokseumawe kelompok ini berbaur dengan masyarakat sekitar dengan membuka bimbingan belajar dan berdagang. Sedangkan hasil pendapatan mereka tersebut nantinya dikumpulkan kepada atasan atau koordinator mereka.(wo)