Gubsu H Syamsul Arifin SE menyampaikan LKPJ (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban) sebagai progress report penyelenggaraan pemerintah daerah di Sumut selama tahun anggaran 2009 termasuk realisasi APBD Sumut 2009 kepada DPRD Sumut di paripurna dewan, (15/4) .
Dalam paripurna yang dipimpin ketua dewan H Saleh Bangun didampingi wakil ketua dewan Chaidir Ritonga, Muhammad Affan dan Kamaluddin Harahap, Gubsu melaporkan pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan yang dirumuskan dalam APBD 2009 sebesar Rp3,896 trilun lebih, terdiri dari belanja langsung Rp1,598 triliun dan belanja tidak langsung Rp2,297 triliun lebih.
Dari APBD 2009, Gubsu mengatakan, ditargetkan pene-rimaan yang ditetapkan pada APBD 2009 sebesar Rp2,108 triliun lebih yang bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah, bagian laba BUMD dan lain-lain pendapatan asli yang sah. Namun realisasi penerimaan PAD sebesar Rp2,033 triliun lebih atau 96,44 persen.
Beberapa urusan wajib, seperti pendidikan mengalami peningkatan dari tahun 2008, ditinjau dari angka partisipasi kasar TK dari 18,82 persen meningkat jadi 38,04 persen, angka partisipasi kasar pendidikan dasar dari 97,68 persen meningkat jadi 98,79 persen dan angka partisipasi kasar sekolahj menengah dari 70,25 persen meningkat menjadi 73,67 persen.
Dalam kaitan ini juga mengupayakan peningkatan kualifikasi guru menjadi 51 dengan jumlah 7.447 guru dan sampai saat ini proses penyiapan kualifikasi guru yang bersertifikat 31.933 guru dari 204.122 guru di Sumut. Kecendrungan penurunan juga terlihat dalam persentase buta aksara penduduk usia lebih dari 15 tahun menurun 3,2 persen pada tahun 2005 menjadi 3,1 persen pada tahun 2006 dan turun jadi 2,96 persen tahun 2007 dan tahun 2009 mencapai 2,05 persen.
Gubsu juga melaporkan, penanganan infrastruktur di tahun 2008 mrupakan perhatian dewan dalam rekomendasi lLKPJ TA 2008, sejalan dengan program 2009 eksekutif berupaya mengapresiasi rekomendasi rekomendasi tersebut.
Propsu telah meningkatkan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan sepanjang 139,74 km, pemeliharaan berkala jalan 17,50 km, pemeliharaan rutin jalan sepanjang 2,026 km, penggantian dan pembangunan jembatan sepanjang 613,50 meter.
Dalam urusan Penanaman modal, Gubsu melaporkan, dalam tahun 2009 PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) direncanakan Rp2,703 triliun dengan target investor 12 perusahaan dan PMA (Penanaman Modal Asing) sebesar 187,457 milyar dollar AS dengan target jumlah investor 36 perusahaan. Pada pelaksanaan investasi dari dalam negeri dapat direalisasikan Rp2,644 triliun dengan 15 perusahaan, Untuk PMA sebesar 120,404 juta dollar AS dengan investor 10 perusahaan.
Sedangkan mewujudkan masyarakat tidak lapar, difokukan pada urusan ketahanan pangan sebagai salah satu pelaksanaan pembangunan yang sangat strategis dan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Diperlukan ketersediaan pangan yang cukup dan berkelanjutan.
Komoditi padi terus meningkat dari 3.340,794 ton tahun 2008 jadi 3.489,984 ton atau naik 4,44 persen. Komoditi jagung juga meningkat dari 1.169 ton tahun 2008 jadi 1.908,969 ton tahun 2009 atau naik 6,37 persen.(**a)