
Bunuh diri di plaza/mall tampaknya sudah menjadi trend. Di Medan saja kasusnya sudah cukup banyak. Seperti di Thamrin Plaza Medan, peristiwa bunuh diri sudah terjadi 3 kali di tahun 2006, 2007, dan 2009.Di Sun Plaza Medan pada Juli 2006. Dan yang terjadi di Plaza Medan Fair, tahun 2009 dan 2010 .
Plaza atau Mall memang bisa menjadi tempat orang melepaskan rasa stress dengan belanja sepuasnya. Namun, tanpa disadari langsung oleh sebagian, mall juga menjadi tempat yang sangat ‘tepat’ untuk melakukan aksi bunuh diri.
Julia (21) melompat dari lantai 4 Plaza Medan Fair, (25/4) sekira pukul 09.00.tewas bersimbah darah, tubuh mungil gadis Tionghoa ini sempat nyangkut di baliho yang menggantung di lantai 2. korban melakukan aksi bunuh diri saat mengenakan pakaian tidur.
Tewasnya gadis Tionghoa warga Jl M Idris, Gg Madrasah No 6C, ini menjadi peristiwa bunuh diri kedua di Plaza Medan Fair. Namun belum diketahui apa motif cewek berbaju pink ini mengakhiri hidupnya di pusat perbelanjaan modern itu.Pengunjung histeris, ada yang menjerit-jerit sembari berkumpul mengitari tubuh Julia.
Securiti plaza pun mendekat, tapi bukannya menghubungi polisi. Malah, mengangkat mayat wanita itu dan menaruhnya di atas mobil pick up.Entah apa yang akan dilakukan pihak manajemen Plaza Medan Fair terhadap jasad Julia.
Tidak berapa lama barulah petugas Polsek Medan Baru tiba di Plaza Medan Fair, langsung menghentikan laju pick up yang membawa mayat Julia. Selanjutnya, jasad Julia dibawa lagi ke TKP di lantai satu plaza Medan Fair dan Polisi pun melakukan olah TKP lalu memboyong jasad Julia ke RSU Pirngadi Medan, guna kepentingan visum. Hasil penyelidikan sementara, kepala sebelah kiri Julia pecah.
Sementara itu, pihak Plaza Medan Fair sangat tertutup. Bahkan saat akan mengambil gambar korban, para wartawan sempat dihalang-halangi seorang oknum anggota TNI berinisial A, yang diduga mengatur sistem keamanan pusat perbelanjaan tersebut. Namun oknum TNI itu langsung lari ketika melihat segerombolan wartawan datang hendak meliput.
Setelah menunggu sekian lama, akhirnya wartawan dapat memintai keterangan Lina (46), Manager Regional Thamrin Plaza Medan Fair. Wanita etnis Tionghoa ini membenarkan kejadian tersebut. Namun saat ditanya soal petugas keamanan langsung mengangkat mayat wanita tersebut, Lina seakan buang badan dan disinggung seorang oknum TNI yang menghalang-halangi tugas wartawan, Lina mengaku tidak tahu. “Keamanan kita ambil dari swasta, bukan aparat,” akuinya.(***)