SELAMAT DATANG ... WELCOME ... HORAS ... MEJUAH-JUAH ... YA'AHOWU .... MEDIA ONLINE SUARA MASYARAKAT SUMUT .... MEDIA - IKLAN & PROMOSI SUMATERA UTARA ....

MARKUS MASUK RUMAH SAKIT PIRNGADI MEDAN


Penyusunan RAPBD Medan 2010 di Rumah Sakit dr Pirngadi Medan disinyalir di mark up dan tumpang tindih. Hal itu sengaja digelembungkan demi kepentingan oknum tertentu, sementara anggaran pasien miskin tetap dikesampingkan. Hal itu terungkap dalam rapat gabungan komisi dengan Direktur RSU dr Pirngadi Medan Dewi F Syahnan dalam pembahasan RAPBD.

Sejumlah anggota dewan berlomba melontarkan pertanyaan terhadap pemaparan soal penyusunan anggaran yang dinilai banyak kejanggalan. Sedangkan Dewi tampak gugup tidak mampu menjelaskan. Seperti halnya pertanyaan anggota angota Komisi D DPRD Budiman Panjaitan masalah pergantian kran air sebesar Rp122 juta dengan harga Rp20 ribu/unit dan biaya pergantian CPU dan mouse komputer dimanipulasi.

Budiman mempertanyakan, nilai itu terlalu tinggi. Hal ini diduga mark up. Jumlahnya dinggap terlalu besar dan mengada-ada karena di Pirngadi tidak ada memiliki sampai 6.000 kamar .

"Saya rasa (dan terdiam sejenak), staf saya bisa menjawabnya," ujar Dewi seraya mempersilahkan stafnya untuk menjawab yang duduk disampingnya.Tidak itu saja.

Pertanyaan Ketua Komisi B DPRD Medan Irwanto Tampubolon masalah pengadaan jam sebesar Rp 350 juta juga tidak bisa dijelaskan. Pengadaan ini dianggap mubazir. Selain itu, Budiman juga menyoroti pelayanan keluarga miskin sebesar Rp 6 miliar. Karena dari jumlah itu Rp6,5 miliar diperuntukkan mengakomodir honor pegawai. Sedangkan untuk obat dan lainnya hanya Rp 500 juta.

Kritikan pedas juga dilontarkan Budiman terkait pelatihan kepanitraan klinik Rp3,6 miliar. Menurut Budiman, program ini sangat tidak tepat dan kesannya hanya menghambur-hamburkan uang karena masih banyak keluhan orang miskin belum terakomodir.

Sama halnya dengan Ketua Komisi A Landen Marbun, menyoroti jumlah anggaran Rp 6 miliar untuk kerjasama operasional swakelola bidang radiologi. Menurut Landen hal ini membuktikan Pirngadi tidak profesional di bidangnya. Bahkan dengan kerjasama itu akan memerlukan cost lebih besar.

Banyaknnya pertanyaan anggota dewan yang tidak dapat dijelaskan Direktur Pirngadi membuat sejumlah anggota kecewa serta waktu rapat agar diperpanjang.

Namun pimpinan rapat tetap memutuskan agar rapat dengan Pirngadi sudah selesai mengingat sudah menambah waktu sebelumnya.(*e)

TANGKAP DAN PENJARAKAN BUPATI TOBA SAMOSIR



KETUA KOMISI C DPRDSU, MARKUS PDAM TIRTANADI



AROGANSI BALON WAKIL BUPATI TOBASA




MEDAN - PEKANBARU - PERAWANG - BANGKINANG - KERINCI - JAMBI - DUMAI - SIBOLGA

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP