SELAMAT DATANG ... WELCOME ... HORAS ... MEJUAH-JUAH ... YA'AHOWU .... MEDIA ONLINE SUARA MASYARAKAT SUMUT .... MEDIA - IKLAN & PROMOSI SUMATERA UTARA ....

RAKER DPR DENGAN POLRI, KEJAGUNG & KPK BERLANGSUNG TEGANG


Rapat Kerja gabungan Komisi III DPR dengan agenda meminta tanggapan Polri, Kejagung dan KPK tentang rekomendasi Tim 8 terkait kasus dugaan kriminalisasi Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah, Rabu (18/11), berlangsung tegang dan penuh kejutan. Kata makelar kasus (markus) pun seringkali dibahas.

Ketegangan terlihat mulai awal. Para pihak yang hadir tak sempat bertegur sapa. Kejutannya, nampak hadir terlebih dulu mantan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga sekitar jam 09.30 WIB. Disusul Kapuspenkum Didik Darmanto, Jambin Darmono, Jamintel Iskamto, Jampidum Kamal Sofyan dan Jampidsus Marwan Effendi. Lalu,ada pimpinan KPK Tumpak Hatorangan Panggabean, Mas Achmad Santosa,Haryono Umar, dan Waluyo. Sedangkan M jasin tak hadir karena sakit.

Kejutan lainnya, Kabareskrim Polri yang diaktifkan kembali semalam Komjen Susno Duaji datang didampingi beberapa ajudannya. Disusul, Wakabareskrim Brigjen Dikdik Mulyana, Kadivhumas Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna dan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri. Jaksa Agung Hendarman Supandji datang paling akhir.

Kapolri mendapat giliran pertama menanggapi isi rekomendasi tim 8. Dengan nada meninggi di akhir pendapatnya menanyakan maksud kata reformasi hukum dalam salah satu butir rekomendasi.

Jaksa Agung Hendarman Supandji pun menunjukkan mimik wajah tegang. Beberapa kali ia mengulang kata. "Tentang markus, kami sudah menerapkan pembaharuan sejak 12 Juni lalu di lembaga kami,"tegasnya.

Hal yang sama diungkapkan Ketua KPK sementara Tumpak Hatorangan Panggabean. "Kami belum pernah dengar mafia hukum ataupun markus. Yang sering disebutkan adalah oknum-oknum,"tegasnya. Menurutnya,sepanjang tahun ini,KPK telah melaporkan 10 kasus yang dilakukan oknum yang mengaku-aku dari KPK.

Setelah para pimpinan lembaga hukum tadi mengutarakan pendapatnya. Ketua Komisi III Benny K Harman berseloroh,"Jelaslah kalau KPK bukan malaikat."Lalu,para anggota komisi III pun bergantian mengajukan pertanyaan.

Di luar ruang rapat Komisi III, para pewarta nampak memenuhi lorong lantai dua. Mereka tak kebagian tempat di dalam ruang rapat serta balkon dan memantau lewat layar LCD 29 inch. Sementara, antusiasme terhadap raker ini terihat pula di selasasar gedung Nusantara II, tempat rakerberlangsung. Para pegawai DPR menyempatkan diri melihat rapat itu.(TIM)

TANGKAP DAN PENJARAKAN BUPATI TOBA SAMOSIR



KETUA KOMISI C DPRDSU, MARKUS PDAM TIRTANADI



AROGANSI BALON WAKIL BUPATI TOBASA




MEDAN - PEKANBARU - PERAWANG - BANGKINANG - KERINCI - JAMBI - DUMAI - SIBOLGA

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP