Merayakan hari antikorupsi se dunia, puluhan mahasiswa menamakan diri Himpunan Mahasiswa Alwashliyah (HIMMAH), Rabu (9/12), berunjuk rasa di Kantor Walikota Medan menyampaikan sembilan tuntutan terkait pemberantasan korupsi.
Dalam tuntutan yang dibacakan Abdul Thaib Siagian tersebut, pengunjuk rasa meminta instansi penegak hukum menangkap Kepala Dinas Bina Marga Medan Gindo Hasibuan, karena diduga menggelapkan anggaran infrastruktur sebesar Rp39 miliar.
Pengunjuk rasa juga menuntut instansi penegak hukum menangkap oknum-oknum pejabat Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) di Pemerintahan Sumatera Utara (Pempropsu) dan Pemko Medan yang diduga terlibat korupsi.
Massa HIMMAH juga mengingatkan Pemko dan DPRD Medan agar mengawasi penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2010 agar tidak digunakan untuk dana kampanye dalam Pemilihan Walikota-Wakil Walikota Medan mendatang.
Selain itu, pengunjuk rasa meminta pihak-pihak terkait agar mengusut tuntas hasil seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). “Umumkan secara transparan lembar jawaban komputer kepada peserta ujian secara otentik,”kata Siagian.
Terkait dengan kasus Bank Century, pengunjuk rasa meminta DPR RI segera melaksanakan hak angket Bank Century. Mereka pun meminta presiden harus komit memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), serta mafia peradilan.
“KPK, Kajagung, Kapolri jangan banyak kali cakap. BPK jangan tidur buka matamu audit lembaga dan dinas di Indonesia, termasuk di Sumut dan Medan,”kata Siagian.
Pengunjuk rasa juga menuntut aparat penegak hukum menangkap mafia kasus (Markus) dan mafia proyek yang bergentayangan di intansi-instansi yang ada di Sumut dan Medan.
“Hukum gantung orang-orang yang menggerogoti uang rakyat,”teriaknnya.
Usai menyampaikan tuntutannya, pengunjuk rasa dengan tertib meninggalkan Balaikota Medan.(***)