"Amerikan Indonesian Exchange Foundation" (AMINEF) menawarkan beasiswa "fulbright" kepada sarjana dan profesional Indonesia untuk melanjutkan studi dan penelitian di negara adi kuasa itu, termasuk warga Papua.
"Ada empat kategori program beasiswa `fulbright` dengan tenggat waktu pendaftaran pada 30 April mendatang," kata Direktur Eksekutif AMINEF, Michael E. McCoy, dalam siaran pers.
Menurut dia, empat kategori beasiswa itu adalah magister (S2), doktor (S3), program penelitian, dan program beasiswa lainnya.
"Untuk program magister meliputi magister reguler, magister khusus warga Papua yang bekerja sama dengan Freeport, dan magister khusus dosen yang bekerja sama dengan Ditjen Dikti Kemdiknas," katanya.
Untuk program doktor, katanya, program doktor presidential untuk dosen, program doktor sains dan teknologi, dan program doktor khusus dosen yang bekerja sama dengan Ditjen Dikti Kemdiknas.
"Untuk program penelitian meliputi program penulisan disertasi dengan riset di Amerika, dan program peneliti senior untuk pelamar yang sudah bergelar doktor dengan batas waktu lamaran hingga 31 Agustus 2010," katanya.
Selain itu, program penelitian khusus dosen yang bekerja sama dengan Ditjen Dikti Kemdiknas, dan program peneliti senior yang bekerja sama dengan Ditjen Dikti Kemdiknas.
"Untuk program beasiswa lainnya meliputi program beasiswa pengajaran Bahasa Indonesia atau Bahasa Jawa, serta program beasiswa Hubert H. Humprey yang merupakan program non-gelar untuk pegawai atau profesional selama sembilan bulan," katanya.
Selain itu, program "Community College Initiative" yang diperuntukkan pelajar untuk berlatih selama setahun menjadi profesional di berbagai bidang, di antaranya pariwisata, perhotelan, kesehatan, keperawatan, bisnis, media, teknologi informasi, pertanian, dan teknik.
Program lainnya, "global undergraduate exchange program" (GUEP) .dan "international leadership in education program" (ILEP)
"Persyaratan umum bagi peserta program beasiswa `Fulbright` adalah kualitas kepemimpinan, memahami budaya Indonesia dan internasional, komitmen kepada bidang studi pilihan, dan bersedia kembali ke Indonesia bila masa studi selesai," katanya.(ant)